Custom Search

Jumat, September 11

10 Pelajaran Hidup yang Kita Dapat Dari Michael Jackson

1. Tidak masalah apakah anda berkulit hitam atau putih (Black or White)

Setiap hari di dunia, orang-orang berperang memperebutkan sesuatu. Permasalahan ras, suku, agama ataupun budaya, membuat kita terpecah. Sudah tidak terhitung berapa korban manusia akibat peperangan baik langsung maupun tidak langsung. Seharusnya, tidak peduli apakah kita hitam atau putih, kita bersatu dan mencintai satu sama lain sebagai manusia. Manusia dilahirkan berbeda satu sama lain bukan untuk terkotak-kotak, namun untuk saling menghargai.

2. Mulailah dengan orang di depan kaca (The Man in The Mirror)

Pernahkan anda berpikiran untuk merubah orang lain? Atau malah berpikiran hidup anda akan jauh lebih baik jika lingkungan sekitar anda berubah sesuai dengan yang anda bayangkan.
Dunia kita tidaklah sempurna, namun jika anda ingin merubahnya, anda harus memulainya dengan diri anda sendiri. Lihatlah di depan kaca dan mintalah pada orang yang ada di depan kaca tersebut untuk berubah. Hanya itulah satu-satunya jalan. Jika kita ingin membuat dunia ini menjadi lebih baik, lihatlah pada diri kita sendiri dan buatlah suatu perubahan.

3. Sembuhkanlah dunia (Heal The World)

Seperti dikutip dalam lagunya : “There are children crying and people dying and our world is suffering.” Ketika saat itu orang-orang belum waspada terhadap issue pemanasan global, Michael lah yang pertama kali menyerukan issue pemanasan global ini. Sekarang tergantung kita semua untuk memperbaiki dunia ini dari pemanasan global, kemiskinan, wabah penyakit, pendidikan dan masalah-masalah lain yang mengganggu kita. Hanya kepedulian kita lah yang akan membuat dunia ini menjadi lebih baik untuk anak cucu kita kelak dan umat manusia secara keseluruhan.

4. Anda tidak sendiri (You Are Not Alone)

Pengalaman-pengalaman dan penderitaan-penderitaan yang anda alami tidak jauh berbeda dengan orang-orang lainnya. Akan selalu ada pertolongan, dukungan dan cinta pada anda, meskipun anda saat ini tidak memiliki siapa-siapa.
Jika anda membaca artikel ini sekarang, berarti anda sedang mendapatkan dukungan dan dorongan.

5. Jangan berhenti sampai anda merasa cukup (Don’t Stop Til You Get Enough)

Michael meraih suatu pencapaian yang luar biasa dalam hidupnya. Prestasi-prestasinya seperti perjalanan yang tiada akhir. Namun kunci kesuksesannya adalah ia tidak berhenti. Dia bekerja sangat keras. Satu hal yang kita pelajari dari Michael : jika anda menginginkan sesuatu – anda dapat memilikinya selama anda berkeinginan kuat dan bekerja keras untuk mencapainya. Jadi teruskan usaha anda dan jangan pernah berhenti.

6. Kita adalah dunia (We Are The World)

Sesering mungkin kita berpikir bahwa kita adalah dunia, maka kita tidak akan merasa kesepian. Satu-satunya cara kita mencapai kesejahteraan adalah jika kita bekerja bersama-sama. Satu orang menderita maka kita semua menderita, satu orang berduka maka kita semua berduka. Kita semua terhubung satu sama lain sebagai umat manusia, sehingga jika ada satu orang terluka, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menolongnya. Seperti dikutip dalam lagunya : ”We are the world, we are the children and we are the ones who make a brighter day, so let’s start giving.”
Apa yang dapat kita petik lewat hidupnya?

7. Jangan biarkan apapun menghentikan anda dari usaha memberikan terang pada dunia

Ketika anda menjadi orang hebat dan sinar anda bersinar begitu terangnya, banyak orang berusaha menjatuhkan anda. Jangan biarkan orang-orang tersebut atau apapun memadamkan cahaya anda; dan janganlah pula kita takut tidak memiliki kesempatan untuk memberikan sesuatu pada dunia ini. Masih banyak tempat di dunia ini dimana anda dapat memberikan terang bersama-sama.

8. Tidak apa-apa untuk membuka topeng anda

Jangan menutupi diri anda sebenarnya. Biarkan orang-orang melihat siapa anda sebenarnya dan biarkan orang-orang melihat keindahan alami dari pribadi anda. Jadilah diri anda sendiri. Seperti juga disampaikan oleh grup musik PeterPan dalam lirik lagunya : “buka dulu topengmu, buka dulu topengmu ….” ;)

9. Belajarlah untuk hidup dengan keadaan anda sebenarnya

Mungkin anda membenci bentuk tubuh anda, wajah anda, warna kulit anda atau rambut anda. Mulai saat ini BERHENTILAH membenci fisik anda sendiri. Itu adalah anda! Jadi bagaimana anda bisa tidak mencintai diri anda sendiri? Tubuh anda adalah anugrah dari Sang Pencipta. Apakah anda menolak dan membenci ciptaanNya?

10. Bangkitkanlah selalu sifat kekanak-kanakkan anda

Anda tidak harus berkunjung ke Dunia Fantasi untuk bermain dan tertawa layaknya anak kecil. Lepaskanlah sifat kekanak-kanakan anda. Meloncatlah dengan tangan diatas dan hiduplah dengan keceriaan anak-anak. Lihatlah dunia dengan penuh keajaiban. Nikmati setiap hari dengan rasa syukur.

Michael, terima kasih atas apa yang telah kau berikan pada kami. Beristirahatlah dalam damai. Kami akan selalu mengenangmu.

Diambil dari akuinginsukses.com dengan perubahan seperlunya.

Jumat, Juni 26

Review Album Dream Theater - Black Cloud & Silver Linings (2009)

Setelah Album Systematic Chaos dan Album konser Chaos In Motion, Dream Theater kembali meluncurkan album barunya yang ke-10, Black Cloud & Silver Linings dengan single " A Rite of Passage". Album ini dirilis tanggal 23 Juni kemarin dan diproduseri oleh John Petrucci (Sang Gitaris) dan Mike Portnoy (Sang Drummer), dibawah mixing Paul Northfield yang juga berperan pada Systematic Chaos. Band bergenre Progressive Rock ini memulai rekamannya pada bulan Oktober 2008 sampai Mart 2009 di Avatar Studios, New York dan masih berlabel Roadrunner Records. Album ini dirilis menjadi 2 paket. Paket Regular satu CD yang berisi 6 track dan Paket Deluxe Collector's Edition dengan 3 CD, berisi 6 album track, 6 cover track , dan Instrument track. Sedikit saya mereview 6 track dalam album ini.

1. A Nightmare to Remember
Sebagai track pembuka, A Nightmare To Remember cukup menarik sebagai track pembuka. Lirik lagu ini ditulis oleh Petrucci pada kecelakaan mobil di masa lalu. Dibuka dengan suasana gothic yang sedikit mengingatkan saya pada film-film horor jadul. Sepertinya Jordan Rudess yang menanamkan suasana gothic ini -seingat saya, di album-album Dream Theater, setelah masuknya Jordan Rudess di posisi keyboard, banyak nada-nada beraroma gothic atau creepy ini- kemudian, disambung dengan riff Gitar Petrucci yang mirip riff Metallica. Di bagian tengah, pada "Hopelessy drifting...", terdapat nada mellow yang benar-benar emosional, tepat menggambarkan lirik dan suasana pada saat itu. Di bagian akhir, terdapat solo-duet John Petrucci dan Jordan Rudess yang 'no comment' untuk ini. Ada nada bagian gitar yang mengingatkan saya pada salah satu track Joe Satriani di album Strange Beautiful Music kalau tidak salah. Sayangnya, saya tidak begitu suka dengan penambahan lead vocal mike portnoy di bagian akhir.

2. A Rite of Passage
Sebagai single pertama album ini, A Rite Of Passage cukup mudah didengar. Bagian reff, nada yang komersial, mudah dihapal. Tidak lupa solo-duet Petrucci dan Rudess dibagian-bagian akhir. Lirik lagu ini berbau secret society. Saya melihat gambar yang seperti simbol freemasonry pada website roadrunner yang bisa di download gratis pada satu hari.

3. Wither
Lirik lagu ini menggambarkan seseorang yang mengalami kebuntuan dan keputusasaan. Mengingatkan saya pada Vacant di album Train of Thought. Track Classic-Ballad ini juga menarik. Saya suka solo gitar john petrucci di lagu ini, khas John Petrucci.

4. The Shattered Fortress
Inilah track terakhir dari Mike Portnoy yang sering dinamakan Tweleve-step suite atau AA Saga (pengalamannya pada alkohol). Ini adalah serangkaian track yang terpisah dari tiap album. The Glass Prison (Six Degress Of Inner Turbulance), This Dying Soul (Train Of Thought), The Root Of All Evil (Octavarium), Repentance (Systematic Chaos), dan The Shattered Fortress dengan durasi total 57:16 menit. Sebenarnya track The Mirror (Awake) juga menceritakan tentang alkoholism Mike Portnoy, tetapi tidak termasuk dalam Tweleve-step suite ini. Mungkin bisa juga disebut sebagai prolog atau intro. Di Tweleve-step suite ini track satu sama lain memiliki relasi. Entah itu nada maupun liriknya. Saya mencoba mendengarkan semua track itu secara beruntut dan cukup menarik bila menemukan relasi-relasi setiap track. Di track terakhir ini semua track muncul dan di aransemen secara menarik. Liriknya juga cukup menarik, walaupun saya tidak terlalu mengerti tentang liriknya. Yang jelas tiap bagiannya selalu diawali dengan "Re".

5. The Best of Times
Ini juga masih tentang Mike Portnoy, yaitu tentang Ayahnya yang meninggal karena kanker.
Walaupun liriknya cukup standar, keseluruhan track ini menarik. Dibuka dengan nada mellow dari Rudess dan didukung oleh sayatan gitar -akustik Petrucci dan BFR-nya- yang benar-benar menyayat hati tetapi tetap memiliki skill dan speed yang tinggi. Inti dari lagu ini adalah rasa terima kasih pada Ayahnya yang telah membimbing dan memberikan inspirasi padanya. Juga semangat untuk menjalani hidup. Sedih kehilangan orang yang dicintai, tetapi semua itu memberikan hikmah dan terus menjalani hidup dengan penuh semangat.

6. The Count of Tuscany
Sebagai track penutup, ini merupakan track yang menurut saya termasuk deretan lagu terbaik Dream Theater. Diawali dengan chorus yang benar-benar 'menyentuh'. Kemudian disambut dengan melodi yang tak kalah 'menyentuh'. Di lagu ini, hampir tidak ada pengaruh metal yang berdistorsi keras. Namun, ada juga sedikit nada 'gothic' khas Rudess. Kemudian, di pertengahan ada melodi mellow dari Petrucci -menggunakan teknik pedal- yang bila didengarkan secara seksama akan serasa seperti melayang di alam semesta. Di bagian akhir, ada genjrengan gitar akustik yang merupakan sub-intro dari intro lagu ini. Sehingga diawali dengan Intro dan Coda yang berelasi. Di lagu ini saya lebih menyoroti keseluruhan melodi gitar yang dibuat sangat emosional tetapi tidak meninggalkan skill dan speed yang tinggi dari Petrucci, seperti solo melodi di track The Spirit Carries on (Scenes from a Memory). Dari segi Lirik, juga memberikan daya tarik tersendiri. Lirik bercerita tentang pengalaman John Petrucci di Tuscany, Italia.


Kesimpulan, walaupun tidak se'fenomenal' album seperti Images and Words, Scenes from a Memory, atau Train of Thought, Black Cloud & Silver Linings ini cukup memuaskan dan menarik. Mungkin butuh pencernaan yang lebih mendalam pada album ini, karena banyak komposisi-komposisi yang unik. Satu yang saya sayangkan di album ini yaitu tenggelamnya bass John Myung yang hampir di setiap lagu perannya tidaklah menonjol, selalu tertutup tebalnya suara keyboard dan gitar. Bahkan nada bass hanya penguat nada gitar. Sangatlah menonjol peranan gitar -yang memang sangat bagus- dan keyboard. Namun, secara keseluruhan saya memberikan rating 4 dari 5. Menurut saya, tidaklah sayang jika membeli CD Album ini untuk band sekaliber Dream Theater. :-)

Back In Blog

Back In Blog!!!! -sedikit memodifikasi nama album band AC/DC, Back In Black-
Yah, setelah sekian lama absen dalam dunia blog, akhirnya aku kembali membawa inspirasi dan uneg-uneg yang bersarang di otakku ini. Sudah lama aaputa blog ini aku telantarkan, tak terbelai sama sekali. Nah, mumpung liburan nih, aku iseng-iseng lagi buka blog 'n kasih sedikit makan buat blog ini nih. Berubung Si Blog tanya kenapa aku menghilang darinya, sekalian aja aku beberkan beberapa cerita perjalananku yang cukup melelahkan tapi menyenangkan.

Awal semester, terkagetkan oleh datangnya tawaran dari seorang teman buat ngisi band-nya di posisi pemegang kabel dan stand partitur. Karena aku hobby nge-band 'n sudah tidak terikat kontrak sama band ku yang dulu, akhirnya aku menyetujui tawaran itu dan mulai lah latihan. Tapi, karena posisi gitar memang belum ada, akhirnya aku lah yang mengisi kekosongan itu disela-sela kesibukanku memegang kabel dan stand partitur.

Pertengahan semester, aku mulai berkonsentrasi menghadapi UTS-UTS yang bertubi-tubi (ujian tengah smt) yang diselingi dengan tugas-tugas yang semakin menumpuk. Masa-masa ini memang penuh perjuangan, demi mendapat kan jurusan idamanku, Petroleum Engineering, pilihan terfavorit FTTM dengan IP minimal tahun lalu sekitar 3,3. Padahal nilai-nilaiku cukup buat senam jantung.

Akhir semester, mulailah bergelut dengan UAS yang terus-menerus menghadang. Walaupun, sedikit merasa madesu (masadepansuram), ya...nggak pa-pa lah, yang penting udah berusaha.

Masih akhir semester, band kami diminta untuk mengisi acara makrab fakultas dengan tema "FTTM Berpijar". Sial-nya, dikasih tau dadakan pas H-1. Dan sial-nya lagi, Sang drummer barusan oprasi mata ikan. Walhasil, kami memutuskan untuk ber-akustikan buat ngisi acara itu. Malamnya, kami mulai mengaransemen sedikit lagu Selamat Tinggal Kekasihku dari J-Rock bernuansa akustik. Tak disangka, Sang Drummer memaksakan untuk ikut mengisi. Akhirnya, diputuskan latihan pagi harinya pas hari H. Dua jam latihan, akhirnya kita sepakat membawakan lagu Selamat Tinggal Kekasihku dari J-Rock dan Cinta Terakhir dari GIGI. Satu nge-bit, satunya slow, okelah... . Sukses mangung perdana yang di iringi suksesnya acara ini juga, kami akhirnya pulang dengan langkah yang ringan...

Awal liburan semester, akhirnya... waktu refreshing tiba. Di awali mejeng di mall-mall 'n FO-FO, trus nonton "Salvation"(keren banget filmnya, efek2nya keren abizz, apalagi efek munculya Arnold Suasanasegar walau beberapa detik, cukup menegangkan dan ditambah soundnya yang muantep). Rencana mau liburan ke Jakarta ato Pangandaran, tp karena liburan ke pangandaran masih belum ada gambaran transport, penginapan, dll aku 'n tman2 akhirnya memutuskan liburan ke Jakarta. Berangkat dengan travel promo, kami akhirnya sampai dan numpang nginap di rumah Om-nya Si Jumbul, plus numpang makan juga. Paginya kami jalan-jalan dulu muter-muter ke Mangga Dua sampai ke Blok M dengan Bus Way. Besoknya, dengan tiket gratis kami menghabiskan waktu ke Atlantis 'n Dufan sehari penuh. Diselingi makan di Seaside Suki dengan memesan paket All U Can Eat 50 ribu rupiah (belum termasuk pajak) pas hujan-hujan. Wah, mantep bangetlah pokoknya, dan nggak tanggung-tanggung ngambilnya. Harus puas.... Mak Nyuss.... seperti tulisan Pak Bondan di whiteboard yang jadi pajangan di dekat pintu masuk, plus tanda tangannya. Wah, banyak yang bisa diceritakan disini sebenarnya....

Hari terakhir nilai keluar, akhirnya.... keluar juga nilai akhir makul-makul yang alhamdulillah cukup memuaskan. Hanya saja, ada sepucuk nilai T muncul. Ah, sialnya aku sudah pulang kampung. Akhirnya, dengan terpaksa aku harus berangkat lagi dari Semarang ke Bandung buat ngurus nilai T sialan ini. Tapi, semua kegelisahan itu sirna setelah pengumuman penjurusan TPB keluar. Hasilnya, aku ditempatkan di Teknik Perminyakan. Yeah... akhirnya Petroleum dalam genggamanku. IP juga alhamdulillah cukup lumayan. Wah, akhir yang menyenangkan...

Fuhh... cukuplah aku bercerita, masih banyak hal lain yang ingin aku ceritakan di blog ini.
I'm Back In Blog!!!

Quotation of the Day